Bahan Renungan Untuk Anda,
Sahabatku…, Saudaraku… Muslimin dan Muslimat dimana saja berada yang mungkin
terlalu sibuk bekerja…
Luangkanlah waktu sejenak untuk
membaca dan merenungkan kisah ini….
Alhamdulillah, Anda beruntung telah terpilih untuk mendapatkan kesempatan membaca blog ini. Aktifitas keseharian kita selalu mencuri konsentrasi kita. Kita seolah lupa dengan sesuatu yang kita tak pernah tau kapan kedatangannya. Sesuatu yang bagi sebagian orang sangat menakutkan. Tahukah kita kapan kematian akan menjemput kita ?
Berikanlah waktu anda dan
bacalah sampai habis, semoga dapat menjadikan hikmah buat kita semua dan sadar,
bahwa kita akan mati dan tinggal menunggu waktunya, semoga kita termasuk dalam
orang-orang yang khusnul khotimah….
amien….
Kisah Hidup
Menghadapi Kematian
Tatkala masih di bangku
sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang baik. Aku
selalu mendengar doa ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam.
Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang panjang. Aku heran,
mengapa ayah shalat begitu lama,
apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.
apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.
Aku sungguh heran, bahkan
hingga aku berkata kepada diri sendiri :
“Alangkah sabarnya
mereka…setiap hari begitu…benar- benar mengherankan!
“Aku belum tahu bahwa disitulah
kebahagiaan orang mukmin dan itulah shalat orang orang pilihan. Mereka bangkit
dari tempat tidurnya untuk munajat kepada Allah.
Setelah
menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi
diriku semakin jauh dari Allah padahal berbagai nasehat selalu kuterima dan
kudengar dari waktu ke waktu. Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan di kota yang jauh dari
kotaku.
Perkenalanku dengan teman-teman
sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing.
Disana, aku
tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur’an. Tak ada lagi suara ibu yang
membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari
lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati. Aku ditugaskan mengatur lalu lintas
di sebuah jalan tol.. Di samping menjaga keamanan jalan,tugasku membantu
orang-orang yang membutuhkan bantuan.
Pekerjaan
baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan tugas-tugasku dengan semangat dan
dedikasi tinggi. Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak. Aku
bingung dan sering melamun sendirian … banyak waktu luang … pengetahuanku
terbatas.
Aku mulai
jenuh … tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku sebatang kara. Hampir tiap
hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau
bentuk-bentuk penganiayaan lain.
Aku bosan dengan rutinitas.
Sampai suatu hari terjadilah sebuah peristiwa yang hingga kini tak pernah aku
lupakan.
Ketika itu,
kami dengan seorang kawan sedang bertugas disebuah pos jalan.
Kami asyik ngobrol … tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara
benturan yang amat keras. Kami mengedarkan pandangan. Ternyata, sebuah mobil
bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah yang berlawanan. Kami
segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban.
Kejadian Yang Sungguh
Tragis.
Kami lihat
dua awak salah satu mobil dalam kondisi kritis. Keduanya segera kami keluarkan
dari mobil lalu kami bujurkan di tanah. Kami cepat-cepat menuju mobil satunya.
Ternyata pengemudinya telah tewas dengan amat mengerikan.
Kami kembali
lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma. Temanku menuntun mereka
mengucapkan kalimat syahadat. Ucapkanlah “Laailaaha Illallaah … Laailaaha
Illallaah ..” perintah temanku. Tetapi sungguh mengerikan, dari mulutnya malah
meluncur lagu-lagu. Keadaan itu membuatku merinding. Temanku tampaknya sudah
biasa menghadapi orang - orang yang sekarat …
Kembali ia
menuntun korban itu membaca syahadat. Aku diam membisu. Aku tak berkutik dengan
pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang
sekarat, apalagi dengan kondisi seperti ini. Temanku terus menuntun keduanya
mengulang-ulang bacaan syahadat. Tetapi …. keduanya tetap terus saja
melantunkan lagu.
Tak ada gunanya … Suara lagunya
terdengar semakin melemah … lemah dan lemah sekali. Orang pertama diam, tak
bersuara lagi, disusul orang kedua.
Tak ada gerak …. keduanya telah
meninggal dunia. Kami segera membawa mereka ke dalam mobil. Temanku menunduk,
ia tak berbicara sepatahpun.
Selama perjalanan hanya ada
kebisuan. Hening…
Kesunyian
pecah ketika temanku mulai bicara.Ia berbicara tentang hakikat kematian dan
su’ul khatimah (kesudahan yang buruk).
Ia berkata “Manusia akan
mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk..
Kesudahan hidup itu biasanya
pertanda dari apa yang dilakukan olehnya selama di dunia.
“Ia bercerita panjang lebar
padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku islam. Ia juga
berbicara bagaimana seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa
lalunya secara lahir batin.
Perjalanan
kerumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian.
Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang
membawa mayat. Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa ini benar-benar
memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat khusyu’ sekali.
Tetapi
perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu. Aku kembali pada kebiasaanku
semula … Aku seperti tak pernah
menyaksikan apa yang menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu yang
lalu. Tetapi sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang
namanya lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala.
Mungkin itu ada kaitannya
dengan lagu yang pernah kudengar dari dua orang yang sedang sekarat dahulu.
Kejadian yang menakjubkan !.
Selang enam
bulan dari peristiwa mengerikan itu …. sebuah kejadian menakjubkan kembali
terjadi di depan mataku. Seseorang mengendarai mobilnya dengan pelan, tetapi
tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah terowongan menuju kota. Ia turun dari mobilnya untuk mengganti
ban yang kempes. Ketika ia berdiri di belakang mobil untuk menurunkan ban
serep, tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah
belakang. Lelaki itupun langsung tersungkur seketika.
Aku dengan
seorang kawan, bukan yang menemaniku pada peristiwa pertama cepat-cepat menuju tempat kejadian. Dia kami bawa dengan mobil
dan segera pula kami menghubungi rumah sakit agar langsung mendapat penanganan.
Dia masih sangat muda, wajahnya begitu bersih. Ketika mengangkatnya ke mobil,
kami berdua cukup panik, sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia
menggumamkan sesuatu. Ketika kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa
membedakan suara yang keluar dari mulutnya.
Ia melantunkan ayat-ayat suci
Al-Qur’an … dengan suara amat lemah.
“Subhanallah
! dalam kondisi kritis seperti itu ia masih sempat melantunkan ayat-ayat suci
Al-Qur’an ? Darah mengguyur seluruh pakaiannya, tulang-tulangnya patah, bahkan
ia hampir mati. Dalam kondisi seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat
Al-Qur’an dengan suaranya yang merdu.
Selama
hidup, aku tak pernah mendengar bacaan Al-Qur’an seindah itu. Dalam batin aku
bergumam sendirian “Aku akan menuntunnya membaca syahadat sebagaimana yang
dilakukan oleh temanku terdahulu … apalagi aku sudah punya pengalaman.” aku
meyakinkan diriku sendiri. Aku dan kawanku seperti terhipnotis mendengarkan
suara bacaan Al-Qur’an yang merdu itu.
Sekonyong-konyong
sekujur tubuhku merinding, menjalar dan menyelusup ke setiap rongga. Tiba-tiba, suara itu terhenti. Aku menoleh
kebelakang. Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat.
Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang. Kupegang tangannya, degup
jantungnya, nafasnya, tidak ada yang terasa. Dia telah meninggal. Aku lalu
memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut
diketahui kawanku.
Kukabarkan
kepada kawanku kalau pemuda itu telah meninggal. Kawanku tak kuasa menahan tangisnya.
Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus menangis air mataku deras
mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan. Sampai di rumah
sakit …..Kepada orang-orang di sana,
kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang
kematiannya yang menakjubkan.
Banyak
orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit yang meneteskan
air mata. Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera
menghampiri jenazah dan mencium keningnya. Semua orang yang hadir memutuskan
untuk tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan
dishalatkan.. Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada jenazah. Semua
ingin ikut menyolatinya.
Salah seorang petugas rumah
sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut mengantar jenazah hingga ke rumah
keluarganya..
Salah
seorang saudaranya mengisahkan, ketika kecelakaan, sebetulnya almarhum hendak
menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia lakukan setiap hari senin.
Disana almarhum juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin.
Ketika
terjadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula, buah-buahan dan
barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama
dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang
yang dia santuni. Bahkan juga membawa permen untuk dibagikan kepada anak-anak
kecil.
Bila tiba
saatnya kelak, kita menghadap Allah Yang Perkasa. hanya ada satu harap, semoga
kita menjadi penghuni surga. Biarlah dunia jadi kenangan, juga langkah-langkah
kaki yang terseok, disela dosa dan pertaubatan.
Hari ini,
semoga masih ada usia, untuk mengejar surga itu, dengan amal-amal yang nyata :
“Memperbaiki diri dan mengajak orang lain ”
Allah Swt berfirman: “Tiap-tiap yang
berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah
disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam
surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah
kesenangan yang memperdayakan.” (QS.
Al-Imran:185)
Rasulullah Saw telah
mengingatkan dalam sabdanya, “Barangsiapa yang lambat amalnya, tidak akan
dipercepat oleh nasabnya.”
Saudaraku,
siapa yang tau kapan, dimana, bagaimana, sedang apa, kita menemui tamu yang
pasti menjumpai kita, yang mengajak menghadap Allah SWT.
Orang yang cerdik dan pandai
adalah yang senantiasa mengingat kematian dalam waktu-waktu yang ia lalui
kemudian melakukan persiapan persiapan untuk menghadapinya.
Note :
amalkan ilmu, sampaikan walau satu ayat, salah satu amalan yang terus mengalir
walau seseorang sudah mati adalah ilmu yang bermanfaat.
Begitulah
hendaknya engkau nasehati dirimu setiap hari karena engkau tidak menyangka mati
itu dekat kepadamu bahkan engkau mengira engkau mungkin hidup lima puluh tahun lagi, Kemudian engkau
menyuruh dirimu berbuat taat, sudah pasti dirimu tidak akan patuh kepadamu dan
pasti ia akan menolak dan merasa berat untuk mengerjakan ketaatan.
Nasehat ini terutama untuk diri
saya sendiri, dan saudara-saudaraku seiman pada umumnya.
Orang Cerdas Adalah Orang Yang
Mengingat Akan Kematian,
INFORMASI
PENERBANGAN GRATIS AL-JENAZAH AIRLINES,
LAYANAN PENUH 24
JAM
Bila kita akan ‘berangkat”
dari alam ini, ia ibarat penerbangan ke sebuah negara.
Dimana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur penerbangan, tetapi melalui Al-Qur’an dan Al-Hadist..
Dimana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur penerbangan, tetapi melalui Al-Qur’an dan Al-Hadist..
Di mana penerbangan bukannya
dengan Garuda Airlines, Singapore Airlines, atau US Airlines, tetapi Al-Jenazah
Airlines.
Di mana bekal kita bukan lagi
tas seberat 23Kg, tetapi amalan yang tak lebih dan tak kurang.
Di mana bajunya bukan lagi Pierre Cardin, atau setaraf dengannya, akan tetapi kain kafan putih.
Di mana pewanginya bukan Channel atau Polo, tetapi air biasa yang suci. Di mana passport kita bukan Indonesia, British atau American, tetapi Al-Islam. Di mana visa kita bukan lagi sekedar 6 bulan, tetapi ‘Laailaahaillallah’ Di mana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi Izrail dan lain-lain.
Di mana bajunya bukan lagi Pierre Cardin, atau setaraf dengannya, akan tetapi kain kafan putih.
Di mana pewanginya bukan Channel atau Polo, tetapi air biasa yang suci. Di mana passport kita bukan Indonesia, British atau American, tetapi Al-Islam. Di mana visa kita bukan lagi sekedar 6 bulan, tetapi ‘Laailaahaillallah’ Di mana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi Izrail dan lain-lain.
Di mana servisnya bukan lagi
kelas business atau ekonomi, tetapi sekedar kain yang diwangikan.
Di mana tujuan mendarat bukannya Bandara Cengkareng, Heathrow Airport atau Jeddah International, tetapi tanah pekuburan. Di mana ruang menunggunya bukan lagi ruangan ber AC dan permadani, tetapi ruang 2×1 meter, gelap gulita.
Di mana tujuan mendarat bukannya Bandara Cengkareng, Heathrow Airport atau Jeddah International, tetapi tanah pekuburan. Di mana ruang menunggunya bukan lagi ruangan ber AC dan permadani, tetapi ruang 2×1 meter, gelap gulita.
Di mana pegawai imigrasi adalah
Munkar dan Nakir, mereka hanya memeriksa apakah kita layak ke tujuan yang
diidamkan.
Di mana tidak perlu satpam dan
alat detector. Di mana lapangan terbang transitnya adalah Al Barzah
Di mana tujuan terakhir apakah Syurga yang mengalir sungai di bawahnya atau Neraka Jahannam.
Penerbangan ini tidak akan dibajak atau dibom, karena itu tak perlu bimbang. Sajian tidak akan disediakan, oleh karena itu tidak perlu merisaukan masalah alergi atau halal haram makanan.
Jangan risaukan cancel pembatalan, penerbangan ini senantiasa tepat waktunya, ia berangkat dan tiba tepat pada masanya.
Di mana tujuan terakhir apakah Syurga yang mengalir sungai di bawahnya atau Neraka Jahannam.
Penerbangan ini tidak akan dibajak atau dibom, karena itu tak perlu bimbang. Sajian tidak akan disediakan, oleh karena itu tidak perlu merisaukan masalah alergi atau halal haram makanan.
Jangan risaukan cancel pembatalan, penerbangan ini senantiasa tepat waktunya, ia berangkat dan tiba tepat pada masanya.
Jangan pikirkan tentang hiburan
dalam penerbangan, karena anda telah hilang selera bersuka ria.
Jangan bimbang tentang pembelian tiket, karena tiket telah siap di booking sejak ruh anda ditiupkan di dalam rahim ibu.
Jangan bimbang tentang pembelian tiket, karena tiket telah siap di booking sejak ruh anda ditiupkan di dalam rahim ibu.
YA! BERITA BAIK!! Jangan
bimbangkan siapa yang duduk di sebelah anda. Anda adalah satu-satunya penumpang
penerbangan ini. Oleh karena itu bergembiralah selagi bisa! Dan sekiranya anda
bisa! Hanya ingat! Penerbangan ini datang tanpa ‘Pemberitahuan’. Cuma perlu
ingat!! Nama anda telah tertulis dalam tiket untuk Penerbangan. … Saat penerbangan anda berangkat… tanpa doa
Bismillahi Tawakkaltu ‘Alallah, atau ungkapan selamat jalan. Tetapi Inalillahi
Wa Inna ilaihi Rajiuun….
Anda berangkat pulang ke Rahmatullah. Mati.
Anda berangkat pulang ke Rahmatullah. Mati.
ADAKAH KITA TELAH SIAP UNTUK
BERANGKAT?
‘Orang yang cerdas adalah orang
yang mengingat kematian. Karena dengan kecerdasannya dia akan mempersiapkan
segala perbekalan untuk menghadapinya.’
ASTAGHFIRULLAH, semoga ALLAH
SWT mengampuni kita beserta keluarga…
Amiin
WALLAHU A’LAM
Catatan:
Penerbangan ini berlaku untuk segala umur… tanpa kecuali, maka perbekalan lebih baik dipersiapkan sejak dini….. sangat tidak bijak dan tidak cerdas bagi yang menunda-nunda mempersiapkan perbekalannya.
Penerbangan ini berlaku untuk segala umur… tanpa kecuali, maka perbekalan lebih baik dipersiapkan sejak dini….. sangat tidak bijak dan tidak cerdas bagi yang menunda-nunda mempersiapkan perbekalannya.
SUARA YANG DIDENGAR MAYAT Yang
Akan Ikut Mayat Adalah Tiga hal yaitu:
1. Keluarga
2. Hartanya
3. Amalnya
Ada Dua Yang Kembali Dan Satu akan
Tinggal Bersamanya yaitu;
1. Keluarga
dan Hartanya Akan Kembali
2. Sementara
Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.
Maka ketika Roh Meninggalkan
Jasad…Terdengarlah Suara Dari Langit Memekik,
“Wahai Fulan Anak
Si Fulan.. Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia, Atau Dunia Yang
Meninggalkanmu. Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan, Atau Kekayaan
Yang Telah Menumpukmu. Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, Atau Dunia Yang
Telah Menumpukmu. Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia Yang Telah
Menguburmu.”
Ketika Mayat Tergeletak Akan
Dimandikan… ..Terdengar Dari Langit SuaraMemekik,
“Wahai Fulan Anak
Si Fulan.. Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat, Mengapa Kini Terkulai Lemah Mana
Lisanmu Yang Dahulunya Fasih, Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara Mana Telingamu
Yang Dahulunya Mendengar, Mengapa Kini Tuli Dari Seribu Bahasa Mana
Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, Mengapa Kini Raib Tak Bersuara”
Ketika Mayat Siap Dikafani…
Suara Dari Langit Terdengar Memekik,
”Wahai Fulan Anak
Si Fulan.. Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha Celakalah Apabila
Kau Bersahabat Dengan Murka Allah. Wahai Fulan Anak Si Fulan… Kini Kau Tengah
Berada Dalam Sebuah Perjalanan Nan Jauh Tanpa Bekal Kau Telah Keluar Dari
Rumahmu Dan Tidak Akan Kembali Selamanya, Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah
Tujuan Yang Penuh Pertanyaan.”
Ketika Mayat Diusung. …
Terdengar Dari Langit Suara Memekik,
“Wahai Fulan Anak
Si Fulan.. Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan Berbahagialah Apabila
Matimu Diawali Tobat. Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Taat.”
Ketika Mayat Siap Dishalatkan.
…Terdengar Dari Langit Suara Memekik,
“Wahai Fulan Anak
Si Fulan..
Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat
Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk.”
Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat
Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk.”
Ketika Mayat Dibaringkan Di
Liang Lahat….Terdengar Suara Memekik Dari Langit,
”Wahai Fulan Anak
Si Fulan…
Apa Yang Telah Kau
Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk Kehidupan Yang Penuh Gelap Gulita
Di Sini.
Wahai Fulan Anak Si
Fulan….
Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku Kau Menangis Dahulu Kau Bergembira, Kini Dalam Perutku Kau Berduka Dahulu Kau Bertutur Kata, Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa.”
Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku Kau Menangis Dahulu Kau Bergembira, Kini Dalam Perutku Kau Berduka Dahulu Kau Bertutur Kata, Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa.”
Ketika Semua Manusia
Meninggalkannya Sendirian… .Allah Berkata Kepadanya,
“Wahai Hamba-Ku…. .
Kini Kau Tinggal Seorang Diri Tiada Teman Dan Tiada Kerabat Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap.. Mereka Pergi Meninggalkanmu.. Seorang Diri Padahal, Karena Mereka Kau Pernah Langgar Perintahku Hari Ini,….Akan Kutunjukan Kepadamu Kasih Sayang-Ku Yang Akan Takjub Seisi Alam Aku Akan Menyayangimu Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya”.
Kini Kau Tinggal Seorang Diri Tiada Teman Dan Tiada Kerabat Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap.. Mereka Pergi Meninggalkanmu.. Seorang Diri Padahal, Karena Mereka Kau Pernah Langgar Perintahku Hari Ini,….Akan Kutunjukan Kepadamu Kasih Sayang-Ku Yang Akan Takjub Seisi Alam Aku Akan Menyayangimu Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya”.
Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang
Allah Berfirman, “Wahai Jiwa Yang Tenang Kembalilah Kepada Tuhanmu Dengan Hati
Yang Puas Lagi Diridhai-Nya Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba- Ku Dan
Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku”
Rasulullah SAW. menganjurkan
kita untuk senantiasa mengingat mati (maut) dan dalam sebuah hadithnya yang
lain, belau
bersabda “wakafa
bi almauti wa’idha”, artinya, cukuplah mati itu akan menjadi pelajaran bagimu!
Semoga bermanfaat bagi kita
semua, Amiin…..



0 komentar:
Posting Komentar