Hai anakku: ketahuilah, sesungguhnya dunia ini
bagaikan lautan yang dalam, banyak manusia yang karam ke dalamnya. Bila engkau
ingin selamat, agar jangan karam, layarilah lautan itu dengan SAMPAN yang bernama
TAKWA, ISInya ialah IMAN dan LAYARnya adalah TAWAKKAL kepada ALLAH. Orang – orang yang sentiasa menyediakan dirinya untuk menerima nasihat, maka dirinya
akan mendapat penjagaan dari ALLAH. Orang yg insaf dan sadar setelah menerima
nasihat orang lain, dia akan sentiasa menerima kemulian dari ALLAH juga.
Hai anakku; orang yg merasa dirinya hina dan rendah diri dalam beribadat dan
taat kepada ALLAH, maka dia tawaddu kepada ALLAH dan dia akan lebih dekat kepada
ALLAH dan selalu berusaha menghindarkan maksiat kepada ALLAH.
Hai anakku; seandainya ibu bapakmu marah kepadamu karena kesilapan yang
dilakukanmu, maka marahnya ibu bapakmu adalah bagaikan baja bagi tanam tanaman. Jauhkan dirimu dari berhutang, karena sesungguhnya berhutang itu boleh
menjadikan dirimu hina di waktu siang dan gelisah di waktu malam. Dan selalulah berharap kepada ALLAH tentang sesuatu yg menyebabkan untuk tidak
menderhakai ALLAH. Takutlah kpd ALLAH dengan sebenar benar takut ( takwa ),
tentulah engkau akan terlepas dr sifat berputus asa dari rahmat ALLAH.
Hai anakku; seorang pendusta akan lekas hilang air mukanya karena tidak
dipercayai orang dan seorang yg telah rusak akhlaknya akan sentiasa banyak
melamunkan hal hal yg tidak benar. Ketahuilah, memindahkan batu besar dari
tempatnya semula itu lebih mudah daripada memberi pengertian kepada orang yg tidak
mau mengerti.
Hai anakku; engkau telah merasakan betapa beratnya mengangkat batu besar dan
besi yg amat berat, tetapi akan lebih berat lagi daripada itu semua adalah bilamana
engkau mempunyai tetangga (jiran) yg jahat.
Hai anakku; janganlah engkau mengirimkan orang yg tidak cerdik sebagai utusan.
Maka bila tidak ada orang yang cerdik, sebaiknya dirimulah saja yang layak
menjadi utusan. Jauhilah bersifat dusta, sebab dusta itu mudah dilakukan, bagaikan memakan
daging burung, padahal sedikit saja berdusta itu telah memberikan akibat yang
berbahaya.
Hai anakku; bila engkau mempunyai dua pilihan, takziah orang mati atau hadir
di majelis perkawinan, pilihlah untuk menziarahi orang mati, sebab perbuatan itu akan
mengingatkanmu kepada kampung akhirat sedangkan menghadiri pesta perkawinan
hanya mengingatkan dirimu kepada kesenangan duniawi saja. Janganlah engkau makan sampai kenyang yang berlebihan, kerana sesungguhnya makan
yg terlalu kenyang itu adalah lebih baiknya bila makanan itu diberikan kepada
anjing saja.
Hai anakku; janganlah engkau langsung menelan saja karena manisnya barang dan
janganlah langsung memuntahkan saja pahitnya sesuatu barang itu, kerana manis
belum tentu menimbulkan kesegaran dan pahit itu belum tentu menimbulkan
kesengsaraan. Makanlah makananmu bersama sama dengan orang - orang yang takwa dan musyawarahlah
urusanmu dengan para alim ulama dengan cara meminta nasihat dari mereka.
Hai anakku; bukanlah satu kebaikan namanya bilamana engkau selalu mencari ilmu
tetapi engkau tidak pernah mengamalkannya. Hal itu tidak ubah bagaikan orang yg
mencari kayu bakar, maka setelah banyak ia tidak mampu memikulnya, padahal ia
masih mau menambahkannya.
Hai anakku; bilamana engkau mau mencari kawan sejati, maka ujilah terlebih
dahulu dengan berpura pura membuat dia marah. Bilamana dalam kemarahan itu dia
masih berusaha menginsafkan kamu, maka bolehlah engkau mengambil dia sebagai
kawan. Bila tidak demikian, maka berhati-hatilah. Selalulah baik tutur kata dan halus budi bahasamu serta manis wajahmu, dengan
demikian engkau akan disukai orang melebihi sukanya seseorang terhadap orang
lain yang pernah memberikan barang yang berharga.
Hai anakku; bila engkau berteman, tempatkanlah dirimu padanya sebagai orang yg
tidak mengharapkan sesuatu daripadanya. Namun biarkanlah dia yg mengharapkan
sesuatu darimu. Jadikanlah dirimu dalam segala tingkahlaku sebagai orang yang tidak ingin
menerima pujian atau mengharap sanjungan orang lain kerana itu adalah sifat
riya’ yang akan mendatangkan cela pada dirimu.
Hai anakku; janganlah engkau condong kepada urusan dunia dan hatimu selalu
disusahkan oleh dunia saja karena engkau diciptakan ALLAH bukanlah untuk dunia
saja. Sesungguhnya tiada makhluk yang lebih hina daripada orang yang
terpedaya dengan dunianya.
Hai anakku; usahakanlah agar mulutmu jangan mengeluarkan kata -
kata yg busuk dan kotor serta kasar, kerana engkau akan lebih selamat bila
berdiam diri. Kalau berbicara, usahakanlah agar bicaramu mendatangkan manfaat
bagi orang lain.
Hai anakku; janganlah engkau mudah ketawa kalau bukan karena sesuatu yg
menggelikan, janganlah engkau berjalan tanpa tujuan yang pasti, janganlah engkau
bertanya sesuatu yang tidak ada guna bagimu, janganlah mengsia-siakan hartamu. Barang siapa yang penyayang tentu akan disayangi, siapa yg pendiam akan
selamat daripada berkata yang mengandungi racun, dan siapa yg tidak dapat menahan
lidahnya dari berkata kotor tentu akan menyesal.
Hai anakku; bergaulah rapat dengan orang yg alim lagi berilmu. Perhatikanlah
kata nasihatnya karena sesungguhnya sejuklah hati ini mendengarkan nasihatnya,
hiduplah hati ini dengan cahaya hikmah dari mutiara kata katanya bagaikan tanah
yg subur lalu disirami air hujan.
Hai anakku; ambillah harta dunia sekadar keperluanmu saja, dan nafkahkanlah
yang selebihnya untuk bekalan akhiratmu. Jangan engkau tendang dunia ini ke
keranjang atau bakul sampah karena nanti engkau akan menjadi pengemis yang
membuat beban orang lain.Sebaliknya janganlah engkau peluk dunia ini serta
meneguk habis airnya karena sesungguhnya yang engkau makan dan pakai itu adalah
tanah belaka. Janganlah engkau bertemankan dengan orang yang bersifat talam dua
muka, kelak akan membinasakan dirimu.

0 komentar:
Posting Komentar